Kemajuan Finansial di Era Revolusi 4.0
Ditulis oleh : Nanik Putri Indriani
NPM : 2116051089
Kelas : Reg A
Kemajuan Finansial di Era Revolusi 4.0
Di era perkembangan dunia dan teknologi membawa perubahan terhadap berbagai bidang.
Salah satu bidang yang terdampak cukup besar dalam era ini adalah finansial. Berbagai jenis dalam sektor finansial menemui
banyak perubahan yang berhubungan dengan kemajuan teknologi dan digital. Dahulu, pembayaran dalam negeri ini hanya menggunakan uang tunai, namun dengan adanya pengaruh globalisasi serta kemajuan teknologi mereka berinovasi dengan
melihat peluang teknologi yang makin berkembang. Sehingga, menciptakan suatu
terobosan berbasis finansial teknologi atau lebih dikenal dengan istilah E-wallet (Dompet Digital).
Pada tahun 2009, E-wallet hadir di Indonesia atas
perizinan dari Bank Indonesia. Kehadiran E-wallet yang
berkembang di Indonesia sangat membantu dan menguntungkan dengan berbagai fitur
yang ditawarkan. Salah
satu fitur dari dompet
digital yaitu semua
riwayat transaksi pembayaran yang kita lakukan akan disimpan oleh aplikasi, sehingga memudahkan kita dalam pencatatan keuangan mengenai jumlah
atau total yang telah dikeluarkan.
Dengan menggunakan E-wallet pembayaran makin praktis,
efisien, serta dinilai lebih aman dan nyaman, karena setiap melakukan transaksi pengguna akan diminta untuk pemindaian QR
Code atau menyebutkan One Time Password (OTP). Langkah tersebut merupakan
tahapan verifikasi yang hanya bisa diakses oleh pengguna
saja. Selain itu, E-wallet juga
bisa melakukan pembayaran dimanapun dan kapanpun, sehingga kenyamanan
konsumen atau masyarakat terjaga.
E-wallet muncul dan makin mendapat perhatian diberbagai
negara, baik di negara-negara maju maupun berkembang seperti Indonesia. Selain pengaruh dari globalisasi dan
kemajuan teknologi, hal ini juga tidak lepas dari naiknya angka pengguna internet di Indonesia
dan tumbuhnya platform-platform digital. Menurut data dari Statista pada tahun 2020, “Indonesia merupakan negara tertinggi
ke empat dengan pengguna internet terbanyak dan pada tahun 2024 sebanyak 190 juta orang Indonesia diprediksi akan berbelanja secara online. Perkembangan dalam
sektor ini telah mendorong
penyedia layanan E-wallet dalam berinovasi melalui integrasi
dengan platform seperti transportasi online, e-commerce, dan platform-platform
digital lainnya”.
E-wallet menjadi salah satu inovasi dari
perkembangan ekonomi kreatif yang kian hari makin memberikan potensial sebagai
sebuah aplikasi elektronik yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran
secara online tanpa kartu ATM dan tanpa uang tunai atau lebih dikenal dengan metode
pembayaran cashless. E-wallet berbasis server yang biasanya
berbentuk sebuah aplikasi seperti Ovo, Gopay, dan Dana.
Di ciptakannya Ovo, Gopay, dan Dana adalah sebagai upaya untuk mewujudkan cashless
society di Indonesia. Berdasarkan data OJK yang diterbitkan pada Januari
2017, “Menunjukkan angka yang masih dibawah rata-rata yakni 29,66%. Penduduk
Indonesia yang sudah memahami bagaimana mengelola uang dengan baik hanya sekitar
75 juta jiwa dari total 240 juta penduduk”. Oleh karena itu, meskipun
masyarakat sudah akrab dengan penggunaan smartphone, tetapi banyak dari mereka
yang masih belum bisa memaksimalkan penggunaan smartphone untuk metode
pembayaran cashless ini (terutama masyarakat pedesaan) dan hal ini yang
menjadi salah satu faktor belum terwujudnya cashless society di
Indonesia.
Di kota-kota besar terutama Jakarta, E-wallet umumnya digunakan
oleh mereka yang berada di usia produktif, karena 74,6% pengguna aplikasi E-wallet adalah usia produktif sekitar 20-35 tahun (Menurut hasil
riset Jakpat dan DailySocial pada tahun 2018), serta 66% pengguna E-wallet berada di Pulau Jawa (Menurut hasil survei Ipsos Marketing Summit Indonesia
tahun 2019). Menurut survei Ipsos Marketing Summit Indonesia tahun 2019, “Ada
tiga alasan utama mengapa masyarakat suka menggunakan E-wallet yaitu 26% terjamin keamanannya, 25% memberikan rasa puas karena mudah dan
praktis, dan 19% terdapat bukti pembayaran”.
Terlepas dari semua kelebihan yang ditawarkan oleh layanan E-wallet, tentu ada kekurangan seperti memicunya perilaku konsumtif dan
gaya hidup boros. Oleh karena itu, gunakanlah E-wallet secara
bijaksana dan manfaatkan layanan ini untuk membuat kegiatan transaksi
pembayaran menjadi lebih praktis dan cepat sesuai tujuannya.
Dapat disimpulkan, bahwa dahulu mungkin pembayaran dalam negeri ini hanya menggunakan uang tunai, namun dengan kehadiran E-wallet yang berkembang di Indonesia sangat membantu dan menguntungkan dengan berbagai fitur yang ditawarkan. Hidup di era modern dengan segala kecanggihan yang makin berkembang pesat telah menjadikan banyak negara sebagai cashless society atau masyarakat tanpa tunai. Hal ini sudah menjadi sesuatu yang umum di negara-negara maju, dimana masyarakatnya lebih suka melakukan transaksi pembayaran menggunakan aplikasi dari smartphone. Oleh karena itu, agar tidak tertinggal oleh zaman yang makin maju, masyarakat Indonesia juga harus mulai menyesuaikan diri dan tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi yang makin berkembang pesat.
Sumber: https://jurnal.fmipa.unila.ac.id/docs/Essay_Ekonomi_5.pdf
wiiih mantap nanikkkkk😳
ReplyDelete